Sukarno dan Suharto
Oktober 8, 2006
Ternyata banyak orang salah kaprah menuliskan nama dua orang besar ini. Jika kita rajin mengecek surat-surat resmi negara yang menuliskan dua nama itu, kita akan menemukan bahwa penulisan nama mereka menggunakan EYD, bukan Ejaan Soewandi atau Van Ophuijsen. Dua nama itu ditulis dengan “Sukarno” dan “Suharto”, bukan “Soekarno” dan “Soeharto” seperti yang ditulis banyak orang. Bahkan jika kita jeli, pada teks proklamasi yang terkenal itu, nama yang tertulis adalah “Sukarno”, meskipun orang kebanyakan merujuk pada bentuk tanda tangan keren yang dengan terang terbaca sebagai “Soekarno” (entah mengapa juga Presiden Sukarno bikin tanda tangan yang tak sesuai dengan penulisan nama resminya).
Iseng-iseng, saya coba mencari dua nama besar itu di Google. Untuk memfilter dua nama besar itu dari nama Sukarno atawa Suharto yang lain (yang tukang becak, petani, nelayan, atau jambret), saya menggunakan kata kunci frasa, dengan “Presiden” di depannya. Hasilnya:
- Presiden Soeharto: 85.300 entry
- Presiden Suharto: 13.300 entry
- Presiden Soekarno: 56.000 entry
- Presiden Sukarno: 10.500 entry
Jika asumsi saya di atas benar, berarti kita bisa menyimpulkan bahwa sebagian besar di antara kita salah dalam menuliskan dua orang besar negeri ini. Karena kebanyakan orang salah, maka fenomena ini layak disebut sebagai “salah kaprah”.
Februari 28, 2007 pukul 1:10 pm
Sepertinya Anda sendiri yang keliru tentang topik ini. Bahwa sebelum ejaan yg disempurnakan diberlakukan nama presiden pertama kita memang Soekarno dan beliau sendiri yang merubahnya menjadi sukarno. soal tandatangan, beliau tidak merubahnya karena tandatangan itu ada pada teks proklamasi. perubahan tandatangan akan menyebabkan implikasi hukum. dengan demikian penulisan ejaan sukarno atau suharto bukan kesalahan atau salah kaprah seperti yang anda tuduhkan. Untuk konformasi silakan baca wikipedia.
Desember 16, 2007 pukul 12:22 pm
bodoh banget yang nulis artikel ini ya
Desember 27, 2007 pukul 1:00 pm
@ Halim
Terima kasih atas masukannya. Mungkin memang Anda yang benar, terutama soal tanda tangan itu. Berarti soal tanda tangan itu memang ada kesalahan asumsi dari saya.
Tapi fenomena penulisan itu tidak hanya terjadi pada saat itu saja, melainkan sampai sekarang. Artinya, sejak Sukarno mengubahnya pun masih asja orang masih menuliskannya dengan Soekarno.
demikian
Januari 21, 2008 pukul 11:01 am
Bingung nih… kalau ikutin politik
Januari 6, 2009 pukul 5:36 pm
[quote]Bahkan jika kita jeli, pada teks proklamasi yang terkenal itu, nama yang tertulis adalah “Sukarno”[/quote]
masak sih, aku cari di google kok kayak gini
http://202.46.4.53/galeri/TeksProklamasiTik.jpg
Februari 2, 2009 pukul 12:03 am
hehehe, gak perlu dimasalahin, tapi memang benar bahwa Soekarno yang mengubah ejaan menjadi EYD yang kita kenal dan nama Soekarno menjadi Sukarno. Mengenai tandatangan bisa dibaca di buku “Sukarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” yang dipaparkan oleh penulis Cindy Adams. Bung Karno bilang dia sudah terbiasa dengan nama Soekarno pada tandatangannya, dan meskipun ejaan sudah diubah menjadi Sukarno, Bung Karno kesulitan untuk mengubahnya karena sudah terbiasa. demikian bung, semoga berguna
Februari 12, 2009 pukul 3:50 pm
apalah artinya sebuah nama
Februari 12, 2009 pukul 3:52 pm
mas admin bisa aja cari2 beginian !!!!
Februari 13, 2009 pukul 12:22 pm
“” .
April 21, 2009 pukul 8:40 pm
saya punya buku di bawa bendera revolusi jilid 1 cetakan ke 3 tahun 1964….mau saya jual. bila minat hubungi saya d akang_tsm@yahoo.com
Mei 21, 2009 pukul 8:32 pm
yang penting jasanya bukan namanya…!!!