ka pe es te

November 5, 2006

Sampai sekarang, aturan peluruhan untuk kata dasar berawalan empat huruf (k, p, s, t)  ketika mendapat imbuhan me dan variasinya (me-kan, me-i) masih selalu membingungkan. Banyak inkonsistensi dalam pemakaiannya.

Kalau mau konsisten, kita bisa cek satu-satu contoh kata berawalan empat huruf itu:

k

- kesan >> mengesankan

- kontrol >> mengontrol

- kirim >> mengirim

- kembang >> mengembangkan

- kloning > mengkloning >> mengloning

- khitan > mengkhitankan >> mengitankan

- kodifikasi > mengkodifikasi >> mengodifikasi

p

- pesan >> memesan

- pukul >> memukul

- pesona > mempesona >> memesona

- peduli > mempedulikan >> memedulikan

- protes > memprotes >> memrotes

- prediksi > memprediksi >> memrediksi

- praktek > mempraktekkan >> memraktekkan

- plot > memplot >> memlot

- perhatikan > memperhatikan >> memerhatikan

- pertimbangkan > mempertimbangkan >> memertimbangkan

s

- selidik >> menyelidik

- sita >> menyita

- setir >> menyetir

- sakral > mensakralkan >> menyakralkan

t

- telaah >> menelaah

- tolak >> menolak

- teror >> meneror

- tradisikan > mentradisikan >> menradisikan

- transfer > mentransfer >> menransfer

Konon ada beberapa kategori pengecualian memang dalam hal ini, tapi saya masih bingung dengan konsekwensi inkonsistensinya, di samping memang belum ketemu referensi yang tegas tentang ini. Pengecualian ini menggugurkan aturan peluruhan
1. Jika kata dasarnya serapan. Lihat transfer, kloning, khitan, prediksi, praktek.
2. Jika kata dasarnya diawali dengan dua huruf konsonan atau lebih. Lihat tradisi.
3. Jika kata dasarnya sudah berimbuhan (per-) sebelum diimbuhi me-. Lihat perhatikan, pertimbangkan.

Ada satu lagi yang agak membingungkan, yaitu jika kata yang seharusnya luruh, tapi jika luruh memiliki arti yang berbeda. Contohnya mengaji dan mengkaji, dua-duanya dari kata dasar kaji.
Sementara itu dulu.

2 Tanggapan ke “ka pe es te”

  1. murniramli Berkata

    Tanya, Pak
    1. Kalau kata :
    `mengepak` kira-kira bisa berasal dari kata `kepak` dan `pak` (pack) ya ?

    2. Apa bedanya `suka` dan `sukai` ?
    Dalam kalimat :
    Yang mana yang anda suka ?
    Yang mana yang anda sukai ?

    mana yang benar ?

    Terima kasih
    (saya sedang mengajar bahasa Indonesia kepada orang Jepang)

  2. anick Berkata

    1. ‘Kepak’ dan ‘pak’ memang dua-duanya adalah kata dasar yang berlainan arti. Dan ‘mengepak’ juga biasa digunakan untuk dua kata tersebut.

    a. Mengepak => kepak = melakukan kepakan (sayap)
    b. Mengepak => pak = mengemas, membungkus
    Alternatifnya (yang mestinya lebih tepat) adalah : ‘mempak’, dan jika ketat dalam penggunaan k p s t menjadi: ‘memak’. Namun karena kata ‘pak’ cuma terdiri dari satu suku kata, orang Indonesia cenderung melonggarkan penggunaan imbuhan menjadi ‘mempak’, atau juga ‘mengepak’.

    Contoh lain adalah kata dasar ‘pos’ => mempos(kan), mengepos(kan).

    2. ‘Suka’ adalah kata dasar, ’sukai’ adalah kata dasar berimbuhan.
    Pada dasarnya, secara maknawi, ’suka’ adalah kata kerja yang membutuhkan objek pada dirinya. (Meski orang kadang memperlakukan ’suka’ seperti itu juga. Ex: Apakah Anda suka?) Ini berbeda dengan ’senang’ atau ‘kesal’ misalnya. ’senang’ merupakan kata kerja yang menunjukkan perasaan. Dia bisa berdiri sendiri tanpa objek.

    Kata ’sukai’ sebenarnya terpengaruh pada kecenderungan membutuhkan objek itu, di samping terpengaruh oleh kata imbuhan lengkapnya: ‘menyukai’. Jadi ’sukai’ adalah bentuk pasif dari ‘menyukai’.

    Dalam contoh yang Anda tulis, ada objek di sana (mana), jadi dua-duanya bisa dipakai. Lihat bentuk aktifnya:

    - Anda suka yang mana?
    - Anda menyukai yang mana?

    CMIIW


Tinggalkan Balasan