Aktif, Aktivis, Aktivisme
Januari 10, 2007
Salah satu persoalan dalam kata serapan adalah seringnya kita lupa proses pengindonesiaan dari kata itu di bahasa aslinya. Kali ini saya ingin menyorot khusus soal huruf ‘f’ dan ‘v’ dalam kasus serapan dari bahasa Inggris.
Kata aktif, pasif, progresif, relatif, positif, negatif, dan sejenisnya adalah kata yang diserap dari bahasa Inggris, yang dalam bahasa aslinya diakhiri dengan akhiran ‘ve’. Jadi asal kata aslinya adalah active, pasive, progressive, relative, positive, negative.
Salah kaprah banyak terjadi ketika orang Indonesia menuliskan kata-kata itu dengan akhiran, di mana akhiran itu juga berlaku dalam bahasa Inggrisnya (+ist, +ism, +ity).
Karena aturan main yang sudah baku (dengan beberapa pengecualian karena sifat arbitrer bahasa, tentunya) dalam kata bentukan dari bahasa asing adalah mengutamakan bunyinya, yakni bagaimana bunyi kata itu ketika dibaca, maka disepakati bahwa kata berakhiran ‘ve’ dalam bahasa Inggris cukup ditulis ‘f’ ketika diserap menjadi kata Indonesia.
Nah, aturan main berikutnya, ketika kata serapan itu disertai akhiran yang memang berlaku di sono-nya, maka disepakati bahwa huruf konsonan dikembalikan ke asalnya. Maka jadilah: aktivis, aktivisme, aktivitas, progresivitas, relativisme, positivisme, positivistik, negativisme, dan seterusnya.
Salah kaprah ini juga terjadi karena kita sering menganggap bahwa akhiran itu adalah akhiran bentukan bahasa Indonesia. Karena memang jika akhirannya adalah asli Indonesia, kita tak perlu repot-repot mengembalikan konsonan aslinya. Contoh: mengaktifkan, merelatifkan, menegatifkan, dan seterusnya.
Untuk lebih meyakinkan, saya tambahkan kasus lain: kata ekspor, impor, standar adalah bentukan dari export, import, standard, maka ketika mengindonesiakan kata-kata tersebut +akhirannya, huruf konsonan akhir-nya dikembalikan. Jadilah: eksportir, importir, standardisasi.
Demikian.
Januari 15, 2007 pukul 11:07 am
hemh ahli bahasa,,rupanya,,wah saya bisa ngomong aja untung…he he,, diam-diam belajar aaahhh
April 16, 2007 pukul 5:43 pm
Yups…tapi perlu koreksi dikit.
1. bahsa Inggris, kurang a.
2. adri bahasa Inggris, salah ketik harusnya dari.
3. saya tambahkann, kelebihan huruf n.
Lagi latihan ngedit, jadi kesannya kurang kerjaan nih saya…hehehehe.
November 21, 2007 pukul 2:07 pm
sebuah analisis yang bagus!
dan judul-judul lainya juga bagus..
terimakasih untuk menulis ini.
kebetulan saya sedang berusaha menyusun sebuah software kamus bahasa Indonesia-Korea dan banyak sekali menghadapi kesulitan menentukan mana yang baku atau mana yang benar dan mana yang salah.
November 23, 2007 pukul 5:38 pm
@antosalafy
salah ketik tidak sama dengan salah bahasa atau ejaan. tapi makasih atas editannya, karena namanya salah ketik tetep aja namanya nggak teliti.
@BayuFajar
Mau nggak mau Anda harus pegang KBBI terbaru, karena kamus itu terus diupdate. Meskipun juga kamus itu nggak menjawab semuanya.