Sukarno dan Suharto

Oktober 8, 2006

Ternyata banyak orang salah kaprah menuliskan nama dua orang besar ini. Jika kita rajin mengecek surat-surat resmi negara yang menuliskan dua nama itu, kita akan menemukan bahwa penulisan nama mereka menggunakan EYD, bukan Ejaan Soewandi atau Van Ophuijsen. Dua nama itu ditulis dengan “Sukarno” dan “Suharto”, bukan “Soekarno” dan “Soeharto” seperti yang ditulis banyak orang. Bahkan jika kita jeli, pada teks proklamasi yang terkenal itu, nama yang tertulis adalah “Sukarno”, meskipun orang kebanyakan merujuk pada bentuk tanda tangan keren yang dengan terang terbaca sebagai “Soekarno” (entah mengapa juga Presiden Sukarno bikin tanda tangan yang tak sesuai dengan penulisan nama resminya).

Iseng-iseng, saya coba mencari dua nama besar itu di Google. Untuk memfilter dua nama besar itu dari nama Sukarno atawa Suharto yang lain (yang tukang becak, petani, nelayan, atau jambret), saya menggunakan kata kunci frasa, dengan “Presiden” di depannya. Hasilnya:

  1. Presiden Soeharto: 85.300 entry
  2. Presiden Suharto: 13.300 entry
  3. Presiden Soekarno: 56.000 entry
  4. Presiden Sukarno: 10.500 entry

Jika asumsi saya di atas benar, berarti kita bisa menyimpulkan bahwa sebagian besar di antara kita salah dalam menuliskan dua orang besar negeri ini. Karena kebanyakan orang salah, maka fenomena ini layak disebut sebagai “salah kaprah”.

19 Tanggapan to “Sukarno dan Suharto”

  1. Halim Says:

    Sepertinya Anda sendiri yang keliru tentang topik ini. Bahwa sebelum ejaan yg disempurnakan diberlakukan nama presiden pertama kita memang Soekarno dan beliau sendiri yang merubahnya menjadi sukarno. soal tandatangan, beliau tidak merubahnya karena tandatangan itu ada pada teks proklamasi. perubahan tandatangan akan menyebabkan implikasi hukum. dengan demikian penulisan ejaan sukarno atau suharto bukan kesalahan atau salah kaprah seperti yang anda tuduhkan. Untuk konformasi silakan baca wikipedia.

  2. ahsay Says:

    bodoh banget yang nulis artikel ini ya


  3. @ Halim

    Terima kasih atas masukannya. Mungkin memang Anda yang benar, terutama soal tanda tangan itu. Berarti soal tanda tangan itu memang ada kesalahan asumsi dari saya.

    Tapi fenomena penulisan itu tidak hanya terjadi pada saat itu saja, melainkan sampai sekarang. Artinya, sejak Sukarno mengubahnya pun masih asja orang masih menuliskannya dengan Soekarno.

    demikian


  4. Bingung nih… kalau ikutin politik🙂

  5. rrhakim Says:

    [quote]Bahkan jika kita jeli, pada teks proklamasi yang terkenal itu, nama yang tertulis adalah “Sukarno”[/quote]

    masak sih, aku cari di google kok kayak gini

  6. Budi Hartono Says:

    hehehe, gak perlu dimasalahin, tapi memang benar bahwa Soekarno yang mengubah ejaan menjadi EYD yang kita kenal dan nama Soekarno menjadi Sukarno. Mengenai tandatangan bisa dibaca di buku “Sukarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” yang dipaparkan oleh penulis Cindy Adams. Bung Karno bilang dia sudah terbiasa dengan nama Soekarno pada tandatangannya, dan meskipun ejaan sudah diubah menjadi Sukarno, Bung Karno kesulitan untuk mengubahnya karena sudah terbiasa. demikian bung, semoga berguna

  7. budi Says:

    apalah artinya sebuah nama

  8. budi Says:

    mas admin bisa aja cari2 beginian !!!!

  9. Azis Wildan Says:

    saya punya buku di bawa bendera revolusi jilid 1 cetakan ke 3 tahun 1964….mau saya jual. bila minat hubungi saya d akang_tsm@yahoo.com

  10. jesen Says:

    yang penting jasanya bukan namanya…!!!

  11. chevote super Says:

    trus emang kalo di ubah sukarno menjadi soekarno apa pengaruhnya bagi indonesia,….., cari yg pasti2 ja bro,….

  12. Sasa Says:

    yup spakat, ini juga berlaku bagi teks supersemar yg pernah beredar fotonya yg banyak diragukan orang karena di situ ditulis Sukarno bukan Soekarno, silahkan baca:

    http://forget-hiro.blogspot.com/2010/05/sukarno-bukan-soekarno.html

  13. Sasa Says:

    yup spakat, ini juga berlaku bagi teks supersemar yg pernah beredar fotonya yg banyak diragukan orang karena di situ ditulis Sukarno bukan Soekarno, namun sebenarnya hal itulah yg seharusnya dijadikan penguat, silahkan baca:

    http://forget-hiro.blogspot.com/2010/05/sukarno-bukan-soekarno.html


  14. sebenarnya saya semangat pengen baca, tp ketika yg diangkat permasalahannya ttg ejaan nama, gua jd bingung mikirna, kreatif bgt yg nulis, bikin bingung pembaca . hahaha
    piss😀
    salam kenal

  15. evi Says:

    sangat berguna bagi orang yang ingin menulis, dan sedikit menyinggung tentang Sukarno, atau paling tidak harus menulis nama Sukarno, biar tidak diprotes pembaca yang tahu sejarah.

  16. Istanamurah Says:

    keduanya memang mempunyai cara dalam memimpin bangsa dan negaranya gan!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: