Wasyukurillah

September 19, 2007

Ramadan ini kalimat dan ungkapan islami meluncur deras dari televisi dan radio-radio kita. Salah satu yang cukup kental di bibir kita, bukan hanya umat Islam, namun juga warga Indonesia secara umum, adalah kalimat “alhamdu lillah wasyukurillah“.

Lihat saja salah satu bait lagu Opick yang terkenal:

alhamdulillah wasyukurillah, bersujud padamu ya Allah…

Kalimat ini terdiri dari dua statemen; alhamdu lillah; dan syukurillah. Arti yang dimaksud dalam ungkapan ini adalah “puji bagi Allah” dan “syukur kepada Allah”.

Mari kita lihat arti tepatnya:

1. Alhamdu lillah adalah sebuah pengungkapan, perasaan. Tidak ada masalah.
2. Syukurillah adalah kata benda. Arti sebenarnya adalah: “syukur Allah”, atau pengartian dengan pengaruh Jawa “syukurnya Allah”. Ini yang menurut saya mengandung masalah dan salah kaprah. Jika yang dimaksud adalah “syukur kepada Allah”, maka kalimatnya adalah “syukru lillah“.

Jadi, alhamdu lillah wasyukurillah adalah dua statemen yang tidak setara. Di samping itu, dalam tata bahasa Arab, kalimat ini menyalahi aturan: karena wasyukurillah adalah ‘athaf dari kalimat sebelumnya, seharusnya jika kalimat sebelumnya berakhiran dhammah (du pada alhamdu) maka kalimat ikutannya juga harus dhammah (wasyukurullah= ru bukan ri).

Maka kalimat setara yang benar adalah alhamdu lillah wassyukru lillah (kesetaraan secara kasat mata nampak dalam kalimat lillah). Konsekwensi lainnya, karena kalimat wassyukru mengandung unsur yang disebut “al“, maka “s” pada kalimat ini ditulis dobel (tanwin): wassyukru atau wasysyukru, bukan wasyukru.

Mohon pencerahan jika ada yang lebih tahu.

7 Tanggapan to “Wasyukurillah”

  1. yuniyanto Says:

    betul sekali bung!

  2. Anggara Says:

    wah, maaf saya tiada mampu membantu


  3. Opick sesatkan jutaan manusia🙂

  4. firdaus Says:

    setuju mas anick. Sy jd pngen nanya nh. Mashdarnya syakara itu syukrun aja atw da yg lainnya?🙂

  5. Maxgrosir Says:

    memang kita harus selalu bersyukur agar kita bisa mengetahui betapa nikmatnya rasa syukur kita!


  6. Kenapa sampai saat ini belum banyak orang yg menyatakan keberatan dg syair tersebut? bukan bermaksud menjelek2an, tp menurut saya kalimat yg salah dlm syair itu adalah pembodohan umat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: